Mindfulness dalam Kehidupan Sehari-hari: tentang Aku dan Langit
Pandemi identik dengan jarak dan isolasi. Semua lini kehidupan dibatasi. Dalam situasi yang sulit ini, aku memahami kalau satu-satunya pejuang terakhir dalam hidupku adalah diri sendiri. Kehidupan sosial bergeser dari tatap muka ke dunia maya. Semakin banyak pula aku mengakses internet dan berjibaku di sana. Kemudian, aku menyadari kalau semakin banyak orang yang peduli dengan kesehatan mental. Dari thread, info grafik, artikel, bahkan webinar, begitu banyak informasi yang bisa diakses untuk membantu kita tetap waras ditengah perubahan dramatis yang culas. Salah satu topik yang membuatku tertarik adalah mindfulness , suatu kata yang tidak pernah aku dengar sebelumnya. Dari beberapa definisi yang aku baca, sederhananya mindfulness adalah kita sepenuhnya sadar kalau kita hidup di masa ini, sekarang, dan tidak berpikir terlalu jauh ke masa lalu ataupun masa depan. Rasa ingin tahu membuatku menggali lebih lanjut, lalu aku bertemu dengan sebuah artikel penelitian ilmuwan Harvar...
