Belajar dari Secangkir Kopi
Sampai sekitar satu tahun lalu aku bukanlah orang yang suka minum kopi.
Lebih tepatnya, tidak bisa, sih. Sesederhana karena aku selalu susah tidur
setelah meminumnya meskipun setelah berjam-jam berlalu. Bahkan terkadang
minuman ini bisa memberikan dampak lain seperti perutku menjadi mulas dan ingin
muntah. Efek kafein pada minuman pahit ini cukup membekas pada diriku.
Tapi semua itu dulu. Kini aku mulai menyukainya dan badanku juga sudah bisa
menyesuaikan dengan kandungan kimia kopi-kopi ini. Bukan hanya organ dalamku
tapi lidahku juga sudah bersahabat dengan si pahit ini. Pada titik tertentu,
aku begitu menyukai sensasi pahit yang diberikan kopi dan entah sugesti atau
memang faktanya begitu, kopi bisa membantuku menambah konsentrasi saat
mengerjakan sesuatu.
Ternyata demam kopi ini tidak hanya menimpaku, banyak orang juga merasakan
hal yang sama. Aku menyadari hal ini ketika melihat banyaknya kedai kopi baru
yang bermunculan dan banyak juga yang memiliki konsep take away, alias orang-orang hanya membeli kopinya saja, tidak
melulu perlu nongkrong di kedai kopi tersebut. Hal ini memberitahu kita bahwa,
orang-orang memang menikmati kopi, murni karena kopinya enak, tidak selalu
karena interior kedai kopinya yang (dulu sih dikenal dengan) instagrammable.
Untuk meyakinkan dugaanku ini aku mencari data perkembangan kedai kopi di
Indonesia. Berdasarkan salah satu artikel tirto.id yang aku baca, harga
rata-rata segelas kopi di Indonesia tahun 2019 adalah Rp 22.000. Rata-rata per gerai kopi mampu menjual
sebanyak 200 gelas per hari. Jumlah tersebut jika diakumulasikan dengan jumlah
gerai kedai kopi akan mencapai sekitar Rp 4,8 triliun
dalam setahun. Jumlah ini setara
dengan 5,5% dari APBD DKI Jakarta tahun yang sama. Bisnis kopi memang menjanjikan…
Berbicara mengenai kedai kopi, apakah kalian sering kebingungan saat memilih jenis kopi
yang ingin
diminum? Karena memang tidak
semua kedai kopi menjelaskan tentang apa isi dalam setiap kopi dalam menu. Aku
ingin berbagi sedikit tentang jenis-jenis kopi kali ini. Ya… setidaknya agar
bisa membantu kalian lebih tahu apa bedanya espresso, americano, cappuccino,
dan lain sebaginya. Nama-nama kopi ini terdengar seperti bahasa asing ya, tapi
memang nama-nama kopi itu berasal dari italia.
Jenis minuman kopi yang paling dasar adalah espresso. Espresso adalah
minuman kopi murni dari mesin pembuat minuman kopi. Espresso
mempunyai rasa yang kuat dan biasanya disajikan dalam cangkir khusus berukuran
30 mL. Selanjutnya adalah Americano,
yang merupakan espresso ditambah air
panas dengan perbandingan 1:2. Bisa dibilang, Americano adalah bentuk lebih encer dari espresso. Sementara cappuccino
adalah campuran dari espresso, steamed milk, dan foamy milk dengan perbandingan 1:1:1. Cappuccino memiliki rasa yang lebih ringan tapi creamy dibandingkan dengan kedua kopi
sebelumnya.
Selain itu, ada pula minuman kopi yang disebut dengan caffe latte. Minuman ini terdiri dari espresso dan steamed milk.
Namun, ada beberapa kedai kopi yang menyajikan caffe latte dengan sedikit foamy
milk diatasnya untuk membuat rasa minuman ini menjadi lebih ringan. Bisa
dibilang, caffe latte adalah cappuccino tanpa atau hanya sedikit saja
foamy milk. Caffe latte terasa sedikit
lebih milky dari cappuccino karena mengandung lebih banyak steamed milk. Di Italia, caffe
biasanya digunakan untuk menyebut espresso
dan latte berarti susu dalam Bahasa
Italia. Sederhananya, caffe latte
adalah kopi susu ala Italia. Macchiato
adalah minuman kopi yang terdiri dari espresso dengan foamy milk diatasnya.
Macchiato sering dianggap mirip dengan cappuccino tapi macchiato mempunyai rasa
yang lebih kuat dari cappuccino karena tidak atau hanya sedikit mengandung
steamed milk. Ada juga yang disebut dengan moccachino, yaitu minuman kopi susu
yang ditambahi dengan coklat, bisa berupa coklat bubuk atau sirup.
Selain enam minuman kopi di atas, ada juga dua minuman kopi populer yang
berasal dari Selandia Baru dan Australia, yaitu flat white dan long black.
Flat white dibuat dari espresso dan steamed milk. Minuman ini sering kali disamakan dengan caffe
latte, karena memang
bahan dasarnya sama. Perbedaan terletak pada volume kedua minuman. Caffe
latte biasanya disajikan
dengan volume 240 mL sementara flat white
160 mL, tapi keduanya memiliki komposisi espresso
yang sama. Sehingga, flat white
memiliki rasa kopi yang lebih kuat daripada caffe latte karena jumlah steamed
milk yang lebih sedikit. Sementara long
black adalah dibuat dengan mencampurkan air panas dan espresso dengan perbandingan 2:1. Long black memiliki bahan
dasar yang sama dengan americano dengan komposisi yang sama pula. Perbedaan keduanya
adalah saat proses pembuatan, pada Americano air panas dituangkan ke dalam
cangkir yang berisi espresso
sementara pada flat white, espresso yang dituangkan ke air panas. Flat white mempunyai crema (busa yang
terbentuk diatas espresso) dan rasa yang lebih kuat daripada americano.
Sebenarnya tidak ada aturan yang benar-benar paten mengenai komposisi pada
masing-masing jenis kopi. Aku rasa yang terpenting bahwa kita bisa mendapatkan
kenikmatan setinggi-tingginya dari minuman ini. Hmm berlebihan ya? Intinya sih
kalian bisa menikmati racikan kopi favorit, apapun itu. Namun, secara umum
jenis minuman kopi bisa dipahami seperti yang aku sudah jelaskan sebelumnya.
Pada hakikatnya, apapun itu tidak akan berakhir baik jika berlebihan.
Niatnya ingin minum minuman enak, nantinya malah bisa kena penyakit, bukan
hanya fisik tapi juga finansial. Kalian perlu menemukan pace yang sesuai dengan kondisi kalian masing-masing, ya.
Oh iya, minuman kopi favoritku caffe latte, kalau kalian?
Komentar
Posting Komentar