Make Up-nya yang Natural Aja, Lah!



Suatu hari cerah di tahun 2017, aku berangkat ke kampus untuk mengikuti kelas. Saat aku masuk, kelas sudah cukup ramai. Aku duduk di barisan pertama (karena tidak ada pilihan J). Di samping kananku ada sahabatku yang sibuk dengan ponselya dan di sebelah kiriku ada sahabatku yang lain dan aku tahu perasaannya sedang baik karena dia tidak berhenti tersenyum. Benar saja, dia memamerkan lipstik baru yang sudah terpoles di bibirnya. Aku memujinya, menurutku warna itu cocok untuknya.

Setelah hampir dua jam, kelas pun selesai. Aku bergegas bangkit menyusul kedua sahabatku yang sudah keluar dari pintu. Sayangnya, aku merasa ada yang aneh dengan sahabat berlipstik baru. Dia tampak murung.
“Mulai besok, aku nggak mau pakai lipstik ini lagi.” Ucapnya dengan lesu.
“Aku mau ke toilet dulu, ya. Mau hapus lipstik.” Lanjutnya dengan menundukkan muka.

Belum sempat aku menanggapi ucapannya, ia sudah keburu pergi ke kamar mandi. Aku bertanya pada sahabatku yang lain. Dia menjelaskan bahwa ada salah satu laki-laki di kelas yang mengomentari lipstik sahabat berlipstik baru. Laki-laki itu bilang kalau lipstik baru temanku itu terlalu mencolok, nggak cocok. Sungguh, aku ingin mengumpat saat itu…

Lagi dan lagi, perempuan harus hidup dengan standar yang dimiliki laki-laki. Kalau memang tidak suka dengan penampilan orang lain, bukankah sebaiknya disimpan dalam pikiran saja? Tidak semua yang ada dalam pikiran perlu untuk diungkapkan.

Aku tidak memungkiri bahwa perempuan hidup di lingkungan yang penuh tekanan, bahkan sekedar riasan wajah menjadi persoalan. Aku percaya perempuan  bisa memakai make up apapun yang mereka mau. Karena setiap perempuan memiliki cara mereka sendiri untuk mengekspresikan diri.

Selain itu, sebagian orang berpendapat bahwa make up harus natural. Perempuan harus tampak lugu dan anggun bahkan saat berpenampilan kasual. Ekspektasi masyarakat akan riasan yang natural sebenarnya hanya ilusi semata. Bahwa semua kulit perempuan selembut sutera meski memakai bedak bayi saja. Jerawat dan bekasnya, komedo, kulit kering, kulit berminyak, pori-pori, alis tipis, dan sebagainya adalah hal yang lumrah dimiliki semua orang, mari mulai mewajarkan hal itu.

Jerawat dan teman-temannya tadi bukanlah hal yang memalukan, tapi merawat diri adalah bagian dari kesehatan. Ya, kulit juga perlu dijaga kesehatannya, karena ia adalah benteng yang membatasi organ tubuh kita dengan dunia luar. Namun, aku juga paham bahwa tidak semua orang bisa memiliki kulit semulus porselen seperti iklan-iklan di tv. Dan itu juga bukan hal yang perlu dirundungi.

Kalau memang kamu merasa nyaman untuk memakai riasan wajah yang lebih, pakai saja! Toh itu cara dirimu mengekspresikan diri. Sudah saatnya perempuan memperoleh kebebasan atas tubuh mereka sendiri. Perempuan yang memakai make up tebal, tipis, atau bahkan tidak memakai make up sama sekali berhak merasa cantik. Everybody deserves to be comfortable with their own skin.

Komentar