Keresahan Usia Dua Puluhan
Bulan depan usiaku genap 23, tapi kalau boleh jujur, aku masih merasa hampa hingga di awal usiaku menginjak 22. Banyak hal yang membuatku melihat dunia ini dengan cara berbeda dari sebelumnya. Mungkin aku pernah juga mengalami hal yang sama di masa lalu, tapi apa yang kurasakan saat ini tidak sama dengan yang dulu.
Suatu ketika, aku pergi bersama ibu ke makam kakek dan nenekku. Dalam perjalanan, aku melihat seorang yang tampaknya tidak asing. Aku berpikir sejenak, mencoba mengingat-ingat. Ah, iya! Dia adalah tukang cilok favoritku waktu SD. Butuh tiga detik hingga aku menyadari bahwa aku sudah lulus SD dari 2009, sebelas tahun lalu! Dan setelah sebelas tahun, tukang cilok itu tetap menjadi sahabat anak kecil seperti aku dulu. Gerobaknya tetap dikelilingi anak-anak yang berebut mengambil cilok sambil mengeluarkan tawa yang masih bisa kudengar samar-samar. Sejenak aku kembali ke masa kecilku. Masa dimana dua hal yang menjadi perhatian penting bagiku adalah bermain dan makan. Masa yang tak terlupakan…
Kehidupan memang selalu membawa cerita yang membuatku menerka. Sebagian orang di dunia ini mengalami perubahan yang begitu besar dari hari ke hari. Namun, ada pula yang tak mengalami perubahan berarti. Fase yang kuhadapi saat ini adalah fase dimana aku mempunyai terlalu banyak keraguan. Aku tidak tahu apakah aku harus memilih ini, itu, di sini, di situ, atau yang jauh dari jangkauan. Setelah kurenungkan lagi, aku menyadari bahwa aku mempunyai terlalu banyak kecemasan, punya terlalu banyak ketakutan, terlalu banyak keraguan, keraguan akan perubahan.
Tanpa aku menyadari, aku ragu akan pilihan hidupku. Aku takut akan perubahan yang akan terjadi dalam diriku. Aku terpaku pada masa dimana tanggung jawab terbesarku hanyalah pendidikan. Aku berada di persimpangan jalan, tapi aku terlalu banyak memaku pandangan ke belakang.
Tanpa aku menyadari, aku ragu jika aku tidak bisa seperti teman-teman. Mereka yang sudah berada dalam jalur yang diciptakan, mereka yang sudah menjadi apa yang diinginkan, mereka yang sudah setinggi angan. Mereka… mereka… mereka…, bagaimana dengan “aku”? Bagaimana kalau aku ketinggalan? Bagaimana jika aku salah jalan?
Perasaan seperti itu menghantuiku hingga suatu ketika aku membuka instagram dan membuka salah satu video yang mucul di explore. Video itu berasal dari sebuah stasiun radio di Inggris yang mewawancara seorang perempuan muda. Saat ditanya oleh pembawa acara tentang apa pesan untuk anak muda di luar sana, perempuan muda itu menjawab dengan ringan.
“Just put yourself out there, and do whatever you want to do. You’re young. So, even if you make mistake. You have enough time to fix it. You’ve got time to bounce back in life.”
Aku terpaku beberapa saat. Ya, lakukan saja! Mulai dulu saja! Apapun karir yang kuinginkan. Bagaimana bisa aku terlalu dalam tenggelam dalam keraguan sementara aku bisa berfikir dengan lebih sederhana? My bad.. my bad…
Aku tidak tahu siapa nama perempuan itu, aku juga tidak pernah bertemu dengannya. Namun, kata-kata yang dia ucapkan membantuku untuk bangkit dan menata hidupku lagi. Terima kasih pada siapapun kamu.
Hidup memang rumit, jika aku tidak bangkit maka aku akan terlilit. Fokusku saat ini adalah melakukan pekerjaan yang kumiliki saat ini dengan sungguh-sungguh. Mengembangkan diriku dengan pengetahuan dan kemampuan yang membantuku untuk tumbuh.
Siapapun kamu yang membaca tulisan ini, lakukan saja! Jalani dulu saja! Apapun yang kamu tekuni sekarang. Jika itu baik bagimu maka bertahanlah, bertahan sedikit lagi, langkah selanjutnya kamu bisa pilih sendiri. Apakah harus bertahan atau pergi melepaskan...
Sangat menarik. Aku terkesan dengan tulisanmu. Aku sendiri juga berusia 22 th. Sama sepertimu kadang aku banyak berfikir setelah lulus kuliah ini, aku harus kerja apa? Apakah kerja ku sesuai dengan bidangku. Awalnya bagiku aku ingin menjadi ibu rumah tangga , tapi karena keadaan jaman aku menjadi berfikir untuk bekerja dengan bidang yang aku mau . Kadang keinginan kita berubah ubah seiring dengan pengalaman dan perkembangan jaman. Tapi benar kata wanita dalam blogmu itu. Lakukan saja dan jalani saja ... Semangat untukmu..
BalasHapusTerima kasih sudah membaca, terima kasih juga untuk semangatnya!
Hapus